Pupuk merupakan salah satu hal yang lekat dengan pertanian. Pupuk esensinya berupa bahan tambahan yang diberikan ke tanah dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman. Penjelasan tersebut selaras KBBI yang mendeskripsikan pupuk sebagai penyubur tanaman yang ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawa unsur yang diperlukan tanaman[1].
Pupuk organik merupakan ragam pupuk yang dapat dibuat sendiri di rumah dengan kocek yang lebih terjangkau ketimbang beli pupuk kimiawi. Sumber dari pupuk ini mudah didapatkan di sekitar rumah baik itu sisa makanan, sisa sayur, sisa buah, serasah daun, dan masih banyak lagi. Salah satu pupuk organik yang mudah dibuat di rumah adalah Fermented Fruit Juice atau yang disingkat FFJ.
Dari beberapa artikel yang aku baca, FFJ merupakan salah satu produk yang diaplikasikan dalam pertanian organik di Korea. Prinsip yang ditekankan dalam hal ini adalah memaksimalkan penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) dalam meningkatkan produktivitas tanaman. FFJ sendiri memanfaatkan fermentasi buah masak untuk menambah produktivitas tanaman.
Mengenal Fermeneted Fruit Juice (FFJ)
![]() |
| FFJ belimbing yang pernah aku buat dulu. |
Fermented Fruit Juice alias FFJ merupakan salah satu pupuk organik cair yang mudah dibuat di rumah. Bahan utama POC*1) ini adalah buah yang sudah matang dan gula. Recikenberg & Pritts dalam Min & Thew mengkategorikan FFJ sebagai madu artifisial yang mengandung enzim aktivasi bernutrisi yang baik untuk aplikasi pertanian[2]. Karena secara tekstur FFJ memang sedikit kental dengan aroma fermentasi manis sehingga dalam aplikasinya harus dilarutkan air terlebih dahulu.
FFJ termasuk salah satu pupuk organik cair yang biasa digunakan dalam fase generatif. POC ini diaplikasikan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Ini selaras Zamora & Calub dalam Silok et al. yang menjelaskan bahwa FFJ dapat meningkatkan pertumbuhan pada buah karena meningkatkan supply K. Unsur kalium (K) sangat dibutuhkan tanaman ketika di fase generatif[3].
Tahap Membuat FFJ
Membuat FFJ tidak sulit kok. Bahannya mudah didapat, terjangkau, dan prosesnya mudah. Inti dari pembuatan FFJ adalah mencampurkan bahan lalu memfermentasinya selama beberapa waktu di tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.
Bahan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan FFJ hanya 2, yaitu: buah yang masak dan gula. Sedangkan alat yang diperlukan berupa wadah toples, timbangan, dan kain penyaring. Berikut cara membuat FFJ yang biasa aku lakukan:
![]() |
| Bahan membuat FFJ pepaya: buah pepaya dan gula jawa. |
Pertama. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Pada kali ini, aku membuat FFJ dari buah pepaya yang sudah masak dan tidak terlalu enak untuk dimakan. Selain itu, ada juga gula jawa yang berfungsi sebagai sumber makanan mikroorganisme.
![]() |
| Sebanyak 225 gram pepaya dan 225 gula jawa sebagai bahan FFJ. |
Kedua. Timbangan bahan dengan perbandingan 1:1, kemudian dipotong. Jadi, jika menggunakan 100 gram buah maka gulanya juga 100 gram. Buahnya dipotong agar lebih mudah terlarut dalam gula sekaligus memudahkannya masuk ke dalam toples.
![]() |
| FFJ yang sudah tercampur dimasukkan ke toples. |
Ketiga. Semua bahan ang sudah dipotong diaduk sehingga tercampur rata. Setelahnya dimasukkan ke dalam toples. Toples kemudian ditutup, diberi label, dan disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari dalam suhu ruang selama 7-14 hari.
![]() |
| Tampilan FFJ pepaya buatanku setelah seminggu. |
Keempat. Seiring fermentasi berlangsung, biasanya akan terlihat gelembung kecil yang menandakan bahwa ada mikroorganisme yang hidup di FFJ ini. Kurang lebih ini tampilan FFJ yang aku panen setelah seminggu.

Hasil perasan FFJ pepaya kemarin.
Kelimat. FFJ kemudian diperas dengan bantuan kain. Hasil akhir yang didapatkan adalah cairan FFJ untuk aplikasi pupuk yang kemudian disimpan di botol tertutup, sedangkan ampas padat bisa jadikan bahan kompos atau pakan ternak.
Aplikasi FFJ
![]() |
| Ampas padat FFJ kemarin yang jadi pakan ayam. |
Kemarin dengan komposisi 225g pepaya dan 225g gula jawab, aku mendapatkan lebih kurang 300mL FFJ buah pepaya. FFJ-nya segera aku taruh di botol dan disimpan di tempat jauh dari sinar matahari. Setiap hari aku buka agar gas CO2-nya bisa keluar. Sedangkan untuk ampas padat aku jadikan pakan ayam peliharaan Bapak.
Karena FFJ adalah pupuk organik dalam wujud cair, umur simpannya tidak lama. Ketika sumber makanannya habis, maka mikroorganisme yang ada di dalamnya mati. Jika disimpan benar mungkin bisa hidup 3-6 bulan. Namun, biasanya dalam waktu 2-3 bulan POC ini sudah habis aku gunakan.
![]() |
| FFJ pepaya yang sudah beberapa kali aku pakai. |
Aplikasi FFJ sama seperti aplikasi POC lain. Menggunakan air sebagai pelarut sebelum diaplikasikan. Aku biasa melarutkan 10 mL FFJ dengan 1 liter air. Aplikasinya lebih sering aku semprotkan ke daun ketimbang di kocor ke area perakaran. Soalnya dalam literatur yang aku baca, dijelaskan jika aplikasi FFJ lewat semprot lebih efektif ketimbang disiram ke tanah[2].
Kapan pemakaian pupuk ini? Baiknya diaplikasikan pada pagi atau sore hari. Dalam seminggu biasanya aku aplikasikan 2-3 kali ke tanaman.
Aku sudah beberapa kali membuat FFJ. Ada yang dari pisang, belimbing, dan pepaya. Dari pengalamanku setelah aplikasi FFJ pada beberapa tanaman seperti anggrek, cabai, dan tomat ada pengaruhnya di pembungaan. Dulu ketika sering aku semprot FFJ, anggrek di depan rumah memang lebih rajin berbunga. Karena yah memang FFJ kan salah satu pupuk alami K yang bagus untuk fase generatif.
Dari pengalamanku mengurus kebun beberapa waktu belakangan, membuat pupuk yang sederhana dengan proses dan waktu panen singkat seperti FFJ selalu menyenangkan. Rasanya asyik saja setiap melihat ada gelembung kecil kehidupan di pupuk cair ini. Kayak koloni mikroorganisme yang kecil dan banyak ini ada eksistensinya untuk membantu kita berkebun dengan ramah lingkungan dan lebih hemat. Pun dari pembuatan POC ini, aku bisa mengurangi sampah organik di rumah yang harus dibuang ke TPA.
Lain waktu, aku bakal coba buat POC vegetatif saudara FFJ yaitu Fermented Plant Juice (FPJ). Jika sudah dibuat sekaligus coba diaplikasikan nanti bakal aku update bagaimana hasilnya. Walaupun yah sepertinya belum akan aku buat dalam waktu dekat sih.
Jadi, bagaimana pendapatmu soal FFJ? Apa kamu tertarik untuk mencoba FFJ di kebun rumahmu juga?
restyu, 140226.
POC (Pupuk Organik Cair) merupakan salah satu pupuk organik yang berwujud cair dan mudah didapatkan. Biasanya aplikasikan diberikan lewat cara semprot atau dikocorkan.
[1] KBBI arti kata pupuk.
[2] Min, L.L, et al. Effect of Different Fermented Fruit Juice as Foliar Spray on the Growth and Yield of Maize (Zea mays L.)
[3] Sulok, et al. Chemical and Biological Characteristic of Organic Amendments Produced from Selected Agro-Wasted with Potential for Sustaining Soil Health: A Laboratory Assessment.






