Merawat ternak di rumah agaknya sekarang bukan hal asing. Dalam skala kecil, sudah banyak orang yang memelihara lele, ayam, entok, atau bahkan bebek di rumah. Demikian dengan Bapak yang memutuskan merawat ayam di masa pensiunnya. Kalau dihitung-hitung lagi, bisa dibilang sudah hampir 3 tahun sejak Bapak merawat ayam di belakang rumah.
Kenapa Bapak lebih memilih merawat ayam? Karena dulu sekali pernah merawat ayam di area belakang. Ayam rasanya jadi pilihan yang aman dan familiar dibanding hewan lainnya. Selain itu, kotoran ayam tidak buat gatal kulit bila tidak sengaja terinjak, berbeda dengan entok dan bebek. Sedangkan alasan lain kenapa memilih ayam ketimbang lele karena memang tidak ada sediaan air yang cukup untuk membuat kolam. Lantas, ayam pun kini menjadi salah satu penghuni tetap kebun di belakang rumah sekarang.
Ada banyak jenis ayam yang dapat menjadi pilihan untuk dirawat di rumah dalam skala kecil. Setelah mencari banyak informasi ini dan itu, pilihan Bapak jatuh pada ayam KUB. Ini adalah sedikit cerita serta pengalaman kami dalam memelihara ayam KUB selama beberapa tahun belakangan.
Mengenal Ayam KUB
![]() |
| Ayam KUB betina di rumah. |
Ayam KUB merupakan salah satu jenis ayam kampung yang ada di Indonesia. Ayam KUB adalah singkatan dari Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Balai Penelitian Pengembangan Pertanian). Jenis ayam ini merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik oleh Balibangtan[1].
Jenis ayam ini lebih unggul dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Ayam ini ditujukan sebagai ayam petelur, tetapi dagingnya tetap bisa dikonsumsi. Beberapa keunggulan ayam KUB adalah produksi telurnya yang lebih tinggi ketimbang ayam kampung biasa. Selain itu, waktu panennya juga lebih cepat, sekitar 3 bulan. Ayam ini pun memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit[2].
![]() |
| Salah satu ayam KUB betina di rumah yang mulai bertelur. |
Kalau dibandingkan bersebelahan, ayam KUB ukurannya lebih besar ketimbang ayam kampung umumnya. Selain itu, menurutku pengamatanku selama ini, bentuk telurnya sedikit berbeda dengan ayam kampung. Telurnya sedikit lebih bulat tidak lonjong sekali layaknya telur ayam kampung. Ukurannya pun sedikit lebih besar dan lebih berat.
Pengalaman Selama Memelihara Ayam KUB
Mengatasi Kotoran Ayam yang Bau
Memelihara ternah di rumah pasti salah satu kendalanya berkait soal pengelolaan kotoran. Kotoran ternak yang menumpuk bisa menimbulkan bau tidak sedap. Setahuku kalau tidak salah, di internet sudah banyak yang membahas cara memelihara ayam di kandang rumahan tanpa membuat bau.
Kalau dari pengalamanku dan Bapak sih, cara terbaik agar tidak bau ya rajin dibersihkan. Setiap pagi Bapak selalu membersihkan kandang ayam. Kotorannya kemudian dikumpulkan di wadah khusus yang nanti akan diolah menjadi pupuk. Lumayanlah ya buat tambah-tambah stok pupuk kandang di rumah.
Pakan Ayam KUB yang Merepotkan
![]() |
| Memberi pakan racikan sendiri ke ayam KUB. |
Pakan ayam KUB menurutku adalah PR tersendiri. Sedikit kekurangan dari ayam KUB adalah nutrisi serta gizinya harus diperhatikan dan terpenuhi sebab berpengaruh pada cangkang telur yang dihasilkan[2]. Bapak punya racikan pakan ayam tersendiri untuk ayam-ayam ini. Pakannya dibuat sendiri karena lebih murah ketimbang bali pakan pur yang sudah jadi.
Pakan pur cuma diberikan pada minggu awal menetes. Setelahnya secara bertahap dibiasakan dengan pakan racikan. Aku tidak tahu detail perbandingan pakan racikan Bapak, cuma komponen yang selalu ada di pakan ini biasanya: bekatul atau polar, jagung giling, dan cangkang telur giling.
Ada kalanya saat memberikan pakan ditambah tepung ikan atau magot*1) sebagai protein tambahan. Hijauan seperti kangkung, caisim, serta daun pepaya diberikan di siang hari dengan dirajang. Ada kalanya juga aku beri sisa lauk yang tidak habis pada pagi hari atau siang hari.
Masih Bisa Sakit
Meskipun cenderung lebih tahan penyakit, ayam KUB tetap masih bisa sakit. Terkadang ayam KUB Bapak bisa pilek dan cacingan. Jadi, beberapa orang untuk ayam memang harus siap sedia di rumah. Meskipun begitu, kalau aku ingat kembali, ayam-ayam ini memang tidak banyak yang mati karenya penyakit sih. Beda dengan ayam kampung peliharaan Bapak dulu yang sering K.O dengan penyakit.
Selain itu, Bapak juga terkadang mencampurkan vitaman ke pakan ayam. Katanya untuk menjaga imun para ayam. Di kala tertentu pun, Bapak juga mencampurkan jamu kuteja*2) di air minum ayam dalam kandang. Lagi dan lagi untuk menjaga imun pada unggas ini.
Serba-Serbi Telur Ayam KUB
![]() |
| Panen telur ayam KUB. |
Sebagai ayam kampung petelur, memang ayam KUB produksi telurnya tinggi. Berdasarkan perhitungan, produksi telur ayam KUB dalam setahun bisa mencapai 180 butir dengan daya eram rendah[1]. Aku tak pernah menghitungnya sih, tapi ya memang hampir setiap hari di rumah panen telur ayam.
Jika dibandingkan dengan telur ayam kampu biasa, aku rasa telur ayam KUB cenderung lebih bulat. Ukurannya lebih besar dan berat. Dari rata-rata panen di rumah, ukuran telur paling kecil adalah 32 gram dan paling berat 49 gram. Selain itu, cangkang telurnya juga sedikit berbeda. Ayam KUB memang butuh perhatian ekstra di pakannya agar cangkanya telurnya tidak tipis serta ringkih[2]. Kekurangan kalsium kata Bapak membuat cangkang telurnya tipis dan mudah pecah.
Ada satu masalah lain untuk ayam KUB di rumah. Entah kenapa ada beberapa babon*3) yang suka mencito*4) telurnya. Sudah tidak terhitung berapa banyak telur yang hilang dimakan induknya sendiri. Ini masih menjadi misteri dan kami masih mencoba mencari cara mengatasi hal ini.
Ayam KUB Susah Dijual
Hal terakhir yang kami sadari usai merawat ayam KUB adalah ayam KUB tidak laku dijual. Kalau boleh dikalkulasi kembali, biaya merawat ayam KUB itu mahal ketimbang ayam kampung biasa. Latas ketika ayam KUB dijual di pedagang ayam akan dihargai sama dengan ayam kampung biasa. Sehingga kalau dihitung lagi ya cenderung rugi bila dijual sebagai ayam potong meskipun memang waktu panennya lebih cepat. Hingga sekarang Bapak tidak pernah menjual ayamnya untuk dipotong karena alasan itu. Andaikan dipotong pun biasanya untuk konsumsi di rumah.
Lebih kurang, itu sedikit cerita pengalaman di rumah dalam memelihara ayam KUB selama 3 tahun terakhir. Sebenarnya selain ayam KUB, ada 4 ayam kampung biasa yang jadi penghuni kandang. Kalau ditotal keseluruhan ada 20 ekor ayam di kebun belakang. Mereka sehat dan menjadi penghuni kebun yang amat berisik di pagi hari.
Jadi, apa kamu tertarik untuk mencoba memelihara ayam KUB di rumah?
restyu, 160326.
[1] Budidaya Ayam KUB.
[2] Kelebihan dan Kekukrangan Ternak Ayam KUB.
Glosarium:
*1) Magot merupakan sebutan untuk larva dari lalat BSF.
*2) Jamu kuteja adalah singkatan dari jamu kunyit, temulawak, dan jahe yang sering diberikan ke ternak untuk menambah nafsu makan dan imun.
*3) Babon (bahasa Jawa) sebutan untuk ayam betina.
*4) Mencito (bahasa Jawa) istilah untuk ayam yang suka memakan telurnya sendiri.



