Kebun dan komponen di dalamnya adalah salah satu bentuk ekosistem yang ada di bumi. Komponen biotik dan abiotik di kebun membentuk komunitas yang saling berinteraksi serta menemani aktivitas berkebun kita. Petak kebun di rumah ukurannya memang kecil, tetapi isinya kompleks dan sangat menarik untuk diamati.
Semua komponen biotik dan abiotik memiliki peran dalam kehadirannya di ekosistem. Ragam komponen penyusun ekosistem kebun dari yang wujudnya kasat mata seperti mirkoorganisme sampai yang nampak seperti serangga, gulma, tanaman, dll penting eksistensinya dalam ekosistem. Meski beberapa memang merugikan, tetapi sejatinya mereka harus ada di ekosistem sebagai penyeimbang.
Selama berkebun di rumah ada banyak hewan yang pernah mampir ke kebun, terutama dari jenis serangga. Kebayakan yah memang serangga OPT*1) sih, tetapi ada juga yang bukan OPT kok. Lantas, ini beberapa serangga yang pernah mampir ke kebun di rumahku.
Ulat
![]() |
| Ulat yang makan daun bonsai kawista bapak. |
Ulat jadi salah satu pelanggan setia di kebun. Ukurannya beragam dari yang kecil dan mungil sampai yang guede banget. Beberapa ada yang berbulu, beberapa ada yang tidak. Warnanya turut beragam dari yang cerah ngejreng sampai yang gelap.
Serangga satu ini tuh hama*2) yang mudah ditemui di sela daun. Kalau di kebun biasanya sering makan daun bonsai kawista punya bapak, kadang juga makan daun sawi atau kangkung sampai habis bis bis. Kalau ketemu hewan satu ini, biasanya aku tangkap pakai pinset dan beri ke ayam sebagai sumber protein tambahan.
Kupu-Kupu
![]() |
| Kupu-kupu di kebun depan rumah. |
Kalau dipikir-pikir, kupu-kupu yang mampir ke kebun adalah versi ulat yang beruntung. Soalnya mereka bisa hidup lama hingga bermetamorfosis. Kadang kupu-kupu terasa seperti penghias kebun. Sebab warna-warni sayapnya terlihat enak saja dipandang. Minusnya kalau bertelur terus nanti menentas bakal jadi sumber sakit kepala. Satu hal yang pasti, serangga satu ini memiliki peran penting sebagai serangga penyerbuk.
Aphids
![]() |
| Aphids di bawah daun timun. |
Salah penyebab sakit kepala selama berkebun di rumah. Sering mampir tanpa diundang, tapi luar biasa susahnya diusir pergi. Aphids adalah hama yang amat sangat menyebalkan kalau aku boleh jujur. Sampai sekarang aku masih bingung cara mengontrol hama satu ini.
Biasanya serangga ini suka bersembunyi di bawah permukaan daun. Kadang juga malah ngeroyok pucuk tunas atau kuncup bunga. Hobinya bergerombol dan mengundang semut. Terus gak lama kemudian tanaman langsung jelek pertumbuhannya. Kalau di kebun rumahku, aphids ini rajin menyerang cabai.
Uret
![]() |
| Uret di media kacang panjang. |
Kalau mau ketemu serangga satu ini harus bongkar media dulu. Bisa dibilang mirip ulat mungkin sepertinya, cuma yah ini ulat tanah bukan ulat daun. Larva kumbang alias uret adalah salah satu OPT yang sering merusak perakaran tanaman. Aku pernah dapat yang ukurannya kecil sampai yang ukurannya besar. Kalau dipikir-pikir lagi, adanya uret bisa jadi penanda kalau di tanah tersebut terdapat banyak bahan organik. Serangga satu ini bisa jadi protein tambahan untuk ayam-ayam di kandang.
Kumbang
![]() |
| Salah satu jenis kumbang yang pernah terlihat di kebun. |
Mirip dengan kupu-kupu, kumbang adalah versi beruntung dari uret yang bisa hidup sampai fase dewasa. Aku rasa akhir-akhir ini mudah sekali nemu serangga satu ini di kebun. Aku pernah baca kalau katanya kumbang puthul bisa digoreng dan jadi lauk. Cuma yah jangan tanya aku rasanya bagaimana, aku tidak pernah coba dan tidak tertarik mencobanya.
Belalang
![]() |
| Belalang coklat yang tertangkap di sela daun mint. |
Belalang mungkin bisa dibilang sebagai salah satu hama klasik yang ada di kebun. Mau belalang hijau atau belakang coklat semua pernah mampir ke kebun. Ukurannya juga beragam dari yang kecil cimit-cimit sampai yang guede pernah mampir. Serangga ini sering bikin bolong area pinggir daun. Nasibnya sama seperti ulat dan uret, sering jadi pakan ayam kalau tertangkap.
Kepik
![]() |
| Kepik di daun cabai. |
Setahuku kepik masih termasuk dalam jenis kumbang. Ukurannya kecil mungil dengan warna merah atau oranye dan totol hitam beragam. Beberapa kepik memang OPT, tetapi ada juga yang predator*3). Cuma jujur saja sampai sekarang kau masih tidak bisa membedakan mana kepik yang hama dan predator.
Laba-Laba
![]() |
| Laba-laba di sela tanaman tomat. |
Laba-laba di kebun berperan sebagai predator alami. Mereka mengontrol beberapa hama yanga ada di kebun. Ukurannya beragam dari yang kecil sampai yang basar. Ada satu laba-laba di kebun yang sangat membekas selama pengalamanku berkebun. Aku kurang tahu jenisnya apa tapi ukurannya besar dan sarangnya juga tak kalah besar di sela tanaman tomat. Hewan satu ini bahkan bisa menangkap seekor capung dengan membelitnya di jaring.
Nah, itu beberapa serangga pengunjung kebun yang pernah aku dokumentasikan. Sebenarnya masih ada banyak lagi yang pernah aku lihat. Sayangnya yah tidak sempat difoto. Mungkin lain waktu akan ada seperti ini yang akan aku unggah di sini.
Sampai sekarang, beberapa serangga masih rajin mampir ke kebun. Beberapa memang bikin pusing sebab merusak tanaman. Namun, sebisa mungkin populasinya aku kontrol baik dengan pengendalian mekanis atau dengan pengendalian kimiawi sebagai langkah terakhir. Cuma yah kalau kadung*4) susah dibasmi, mau tidak mau harus merelakan tanamanya dicabut.
Jadi, ada cerita menarik apa terkait serangga yang pernah mampir ke kebun kamu? Bagikan ceritanya dong!
restyu, 260526.
*1) OPT (Organisme Penganggu Tanaman) istilah untuk makhluk hidup yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman. Jenis OPT ada beragam mulai dari hama, penyakit, dan gulma.
*2) Hama adalah salah satu OPT yang wujudnya berupa hewan. Hama tanaman bisa berupa burung, mamalia, moluska, serangga, dll.
*3) Predator adalah musuh alami dari OPT. OPT akan memburu dan memangsa OPT sehingga populasinya bisa terkontrol.
*4) Kadung (bahasa Jawa) terlanjur.







